Teruntuk Temen-Temenku (Yang belum Dikaruniai Buah Hati)

Teruntuk temen-temenku yang sampe sekarang belum dikarunia anak oleh Alloh SWT. Selain doa yang kupanjatkan dengan tulus, perkenankan aq untuk memberi masukan yang aq harap bisa kalian pertimbangkan untuk dilakukan.

Yang pertama adalah perbanyak informasi dan wawasan tentang pengasuhan anak. Termasuk di dalamnya informasi tentang ASI. Ada seseorang yang mengatakan padaku bahwa alasan dia memberikan anaknya susu B***L** adalah karena zat gizi yang ada dalam ASI masih kurang. Menurut kalian?

Yang kedua adalah, seringlah membayangkan kalo kalian udah memiliki bayi. Aq informasikan bahwa bayi baru lahir banyak tidur sepanjang siang dan sering bangun sepanjang malam. Si kecil akan bangun 2-3 jam sekali untuk minum, termasuk malam hari. Bayangkan itu! Selama ini kalian tidur nyenyak sepanjang malam dan bangun di pagi hari dengan segarnya. Cobalah tiap malam bangun 2 jam sekali (alarm tangisan bayi bagus juga). Tiap bangun, buka mata sekitar 5-10 menit. Variasikan imajinasi kalo bayi kalian menangis selama 30 menit sampai 1 jam karena ada “sesuatu” yang membuatnya susah tidur. Latihan ini juga berlaku buat para ayah. Meskipun para ayah tidak menyusui, aq jamin kalian tidak akan bisa tidur selama bayi kalian menangis.

Imajinasi lainnya adalah ketika bayi kalian udah mulai bisa berjalan dan selalu mengikuti kemanapun kalian pergi. Bahkan ketika kalian suatu saat ingin merasa sendiri! Si kecil akan menjadi follower sejati. Ibu rumah tangga yang waktunya diabdikan untuk merawat rumah dan keluarga tanpa bantuan PRT pasti memahami apa yang kumaksud. Secangkir teh yang ingin kunikmati dalam kesendirian (ketika si kecil sedang tidur) menjadi tidak jadi kunikmati karena si keci keburu bangun. Kemudian aq sibuk dengan aktivitas bersama si kecil sampai suamiku pulang. Secangkir teh panas (tadinya) baru bisa kunikmati dalam keadaan dingin ketika suamiku mengajak si kecil jalan-jalan (sore hari). Kenapa bisa begitu? Karena si kecil tidak mau ditinggal sendirian. Kemanapun dia pergi, aq harus berada di sampingnya. Jadi bagaimana bisa aq duduk diam sendiri menikmati secangkir teh sementara anakku teriak-teriak ingin ditemani melakukan aktivitas yang disukainya? Itu terjadi tiap hari selama dia tidak tidur.

Mungkin itu saja sharing dariku. Bukannya menakut-nakuti tapi itulah faktanya. Jika kalian bisa melakukan imajinasi tersebut dengan enjoy dan senang (bahkan merasa imajinasi tersebut real adanya), berarti kalian sudah siap menjadi ortu. Mulai latihan memandikan bayi (boneka bayi bagus juga), mengganti popok, grita, baju; cara membuat MP-ASI sendiri, menyuapi bayi dan belajar jurus-jurus pengasuhan terbaik (rekomendasi: www.ayahkita.blogspot.com).

Anak kalian adalah tanggung jawab berdua, bukan hanya ibu, bukan hanya ayah. Kerja tim sangat diperlukan terutama pada masa-masa bayi baru lahir. Ayah jangan ragu-ragu untuk membantu ibu. Saling membantu, mendukung, jalin kerjasama yang manis. Itulah cinta yang sebenarnya. Sudah siap jadi ortu?

Semoga bermanfaat.

Posted on Juli 9, 2011, in Berita. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s